Selasa, 12 Januari 2016

Kementerian Perhubungan Terbitkan Izin Trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Jonan Terbitkan Izin Trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Rabu, 13/01/2016
Jonan Terbitkan Izin Trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Selasa (12/1/2016) kemarin, telah menandatangani izin trase atau rute Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Izin trase tercantum dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP. 25 Tahun 2016 tentang Penetapan Trase Jalur Kereta Api Cepat Antara Jakarta dan Bandung Lintas Halim-Tegalluar.

Izin trase diajukan oleh PT Kereta Api Cepat Indonesia China (PT KCIC).

"Menhub menetapkan izin trase setelah semua syarat dipenuhi, termasuk rekomendasi dari pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten yang dilintasi jalur kereta cepat Jakarta-Bandung," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, JA. Barata dalam siaran pers, Rabu (13/1/2016).

Penetapan trase merupakan tonggak penting dalam pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.

Trase jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki panjang 142,3 km, dengan empat stasiun dan satu dipo. Empat stasiun adalah Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar.

Fasilitas operasi berupa dipo berada di Tegalluar. PT KCIC juga telah mengajukan permohonan kepada Kemenhub untuk mendapatkan penetapan sebagai Badan Usaha Penyelenggara Prasarana Perkeretaapian.

Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah modal setor sekurang-kurangnya Rp 1 triliun yang tidak dapat ditarik kembali oleh pemegang saham. Tahap selanjutnya, PT KCIC harus mengantongi izin pembangunan.

Untuk itu, PT KCIC harus menyerahkan Detail Engineering Design (DED) dan studi Analis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mengizinkan pembangunan di lokasi yang diajukan.
sumber : http://finance.detik.com/read/2016/01/13/100605/3117201/4/jonan-terbitkan-izin-trase-kereta-cepat-jakarta-bandung?f9911013

Bisa Melesat 380 Km/Jam, Ini Penampakan Calon Kereta Cepat JKT-BDG

Bisa Melesat 380 Km/Jam, Ini Penampakan Calon Kereta Cepat JKT-BDG
Jakarta -Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (JKT-BDG) dirancang bisa melesat dengan kecepatan 350 kilometer (km) per jam saat beroperasi di 2019. Ternyata, kereta yang akan dibuat oleh China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Sifang tersebut bisa melaju dengan kecepatan maksimum 380 km per jam.

Namun sesuai kesepakatan dengan regulator, maka kecepatan masih dipatok 200 km per jam saat awal beroperasi. Kecepatan ini akan dievaluasi sejalan dengan ujicoba.



Dari data dan gambar yang diperoleh detikFinance, model atau bentuk kereta memiliki ujung kepala kereta yang berbentuk layaknya peluru. Rolling stock model tersebut telah dioperasikan di China. Masuk ke dalam kabin kereta, setidaknya ada 3 kelas tempat duduk yang nantinya disediakan untuk membawa penumpang Jakarta-Bandung.



Kelas yang disediakan ialah VIP Class, Executive Class, dan Economic Class. Desain dan fasilitas tempat duduk di kereta cepat buatan China dirancang mirip dengan desain cabin pesawat terbang.



Tahap awal, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan membeli 11 train set. Untuk 1 rangkaian (train set), terdiri atas 8 kereta atau gerbong. Satu gerbong bisa membawa sampai 500 orang bahkan 2 rangakaian bisa disatukan hingga bisa mengangkut 1.000 penumpang sekali jalan.



Dalam 1 hari, kereta cepat bisa membawa 28.000 penumpang di 2019. Kereta cepat mengambil pasar 15% dari total orang berpergian Jakarta-Bandung. Tahun 2019, diproyeksikan 200.000 orang akan hilir mudik setiap harinya untuk rute Jakarta-Bandung
sumber :  http://finance.detik.com/read/2016/01/13/080043/3117085/4/bisa-melesat-380-km-jam-ini-penampakan-calon-kereta-cepat-jkt-bdg?f9911013

Panjang 142 Km, Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi 2019

Panjang 142 Km, Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi 2019

Rabu, 13/01/2016
Panjang 142 Km, Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi 2019
Jakarta -Kereta cepat Jakarta-Bandung akan mulai dibangun pada 21 Januari 2016. Proses konstruksi akan memakan waktu 3 tahun. High Speed Train (HST) pertama di Indonesia ini baru beroperasi mulai di 2019.

"Commissioning (ujicoba) awal di 2019," Kata Direktur Pengembangan TOD PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwi Windarto, Rabu (13/1/2016).

Tahap awal, kereta cepat Jakarta-Bandung akan membentang sepanjang 142 kilometer (km). Kereta cepat ini menghubungkan Stasiun Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur-Stasiun Tegalluar (seberang Gede Bage) di Bandung, Jawa Barat. Kereta cepat akan melalui 4 stasiun yakni Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar.

"Kalau sampai Halim, panjangnya hanya 142 km kalau sampai Gambir bisa 150 km," jelasnya.

Dwi menjelaskan pengembangan kereta cepat di sisi Jakarta belum ada rencana disambungkan hingga Stasiun Gambir di pusat kota Jakarta. Alasannya, kondisi bangunan dan adanya fasilitas strategis di sepanjang jalur Halim-Gambir sangat menghambat pengembangan jalur layang (elevated).

Opsi yang mungkin ialah membangun jalur bawah tanah (underground), namun biaya pembangunannya sangat mahal.

"Ada beberapa perkantoran dan kedutaan akan terkena dampak. Manggarai-Cawang itu banyak ruang publik," sebutnya.

Dwi optimistis, pekerjaan konstruksi bisa selesai tepat waktu di 2019. Apalagi mitra kerja adalah China, yang dinilainya sangat cepat dan berpengalaman dalam membangun jalur kereta cepat.

Sebagai ilustrasi, pembangunan jalur kereta dengan metode konvensional bisa memakan waktu 1 minggu untuk 1 bentang (lajur) dengan panjang pekerjaan 30 meter. Dengan teknologi China, pekerjaan bisa dikerjakan 2 bentang sekaligus. Setiap 1 hari bisa menyelesaikan 30 meter rel untuk 1 bentang, sehingga totalnya 60 meter bisa diselesaikan karena jalur kereta dibangun dalam konsep double track.

"Di China bangun kereta cepat mulai 2008. Posisi sampai akhir 2015, mereka sudah bangun jalur kereta cepat 17.000 km. Itu cukup masif," tambah Dwi.

Selain itu, pembangunan prasarana seperti jalur kereta dibagi ke dalam 8 seksi paket. Paket tersebut nantinya dikerjakan secara berbarengan, sehingga bisa mempercepat masa konstruksi menjadi 3 tahun.

"Kerja bareng dalam 8 seksi. Istilahnya digeruduk," ujarnya.
sumber : http://finance.detik.com/read/2016/01/13/065832/3117059/4/panjang-142-km-kereta-cepat-jakarta-bandung-beroperasi-2019?f9911023

 

Rabu, 06 Januari 2016

Proyek Tol Baru Jabodetabek

Proyek Tol Baru Jabodetabek

Kamis, 07/01/2016
Proyek Tol Baru Jabodetabek
Jakarta -Saat ini ada sejumlah proyek jalan tol yang menghubungkan DKI Jakarta dengan sejumlah tempat di sekitarnya yang akan dan tengah berlangsung. Kepadatan ibu kota negara, DKI Jakarta dan sekitarnya yang kian bertambah membuat kebutuhan akan jalan bebas hambatan kian mendesak.

Berikut infografis proyek jalan tol baru di Jabodetabek.



sumber : http://finance.detik.com/read/2016/01/07/070920/3112468/4/proyek-tol-baru-jabodetabek?f9911013

Selasa, 05 Januari 2016

LRT JABODETABEK

Serba-serbi LRT Gagasan Jokowi

Serba-serbi LRT Gagasan Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini meresmikan proyek kereta ringan atau Light Rail Train (LRT). Proyek ini diharapkan bisa rampung pada 2018.

Awalnya, proyek ini akan dimulai pada 17 Agutsus 2015 lalu, tapi molor karena Jokowi belum meneken Peraturan Presiden (Perpres) penugasan proyek tersebut.

Setelah molor hampir satu bulan, akhirnya proyek transportasi massal itu diresmikan hari ini. Yuk, kita simak serba-serbi LRT seperti disajikan dalam infografis di bawah ini.
sumber :  http://finance.detik.com/read/2015/09/09/122113/3014129/4/serba-serbi-lrt-gagasan-jokowi

Senin, 21 Desember 2015

Jalur Sudah Steril, Waktu Tempuh KRL Kota-Priok Cuma 20 Menit

Jalur Sudah Steril, Waktu Tempuh KRL Kota-Priok Cuma 20 Menit


Jalur Sudah Steril, Waktu Tempuh KRL Kota-Priok Cuma 20 Menit
Jakarta -Ketika uji coba pada 23 November 2015 lalu, KRL commuter line jurusan Kota-Tanjung Priok sempat menabrak atap rumah, kandang ayam, hingga speed boat yang berada di pinggiran rel kereta. Perjalanan pun terhambat sehingga Stasiun Kota dan Stasiun Tanjung Priok yang hanya berjarak 8 kilometer menghabiskan waktu tempuh hingga 1 jam.

Tetapi kini jalur KRL Kota-Tanjung Priok yang resmi beroperasi hari ini sudah steril, tak ada lagi atap rumah warga atau speed boat yang mengganggu perjalanan kereta. Waktu tempuh perjalanan pun menjadi hanya 20 menit.

"Lama perjalanannya 20 menit. Jalurnya sudah steril. Nggak nabrak-nabrak lagi, sudah bagus," kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Hermanto Dwi Atmoko, saat peresmian KRL Priok-Kota di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/12/2015).

Hermanto mengungkapkan, ‎pengoperasian KRL Priok-Kota ini memang salah satunya dimaksudkan untuk menertibkan bangunan-bangunan liar di sekitar lintasan kereta api Kota-Tanjung Priok. Dengan adanya kereta yang melintas secara rutin, aset negara pun bisa lebih terjaga.

‎"Tujuan dari pengoperasiannya untuk memberikan pelayanan masyarakat untuk transportasi Kota-Priok, lalu untuk mengamankan aset Kemenhub mengenai rel dan lahan sekitarnya supaya tidak dikuasai oleh orang-orang yang tidak dikenal," tuturnya.

Selain menertibkan bangunan di sekitar rel kereta Kota-Priok, ‎Kemenhub juga melakukan renovasi untuk mengembalikan kejayaan Stasiun Tanjung Priok yang pernah lama terbengkalai.

Kini stasiun bergaya Eropa yang memiliki corak serupa dengan Stasiun Kota itu sudah hampir rampung renovasinya dan bisa mulai digunakan untuk kereta penumpang.‎

"Stasiunnya (Tanjung Priok) sudah hampir selesai renovasi, sudah cukup bagus‎," pungkasnya.
 sumber : http://finance.detik.com/read/2015/12/21/142625/3101288/4/jalur-sudah-steril-waktu-tempuh-krl-kota-priok-cuma-20-menit

KRL Kota-Tanjung Priok 'Hidup Lagi'


KRL Kota-Tanjung Priok Hidup Lagi
Jakarta -Setelah 26 tahun 'mati suri', Kereta Rel Listrik (KRL) Kota-Tanjung Priok kembali beroperasi hari ini, Senin (21/12/2015). Pemerintah menggelontorkan sekitar Rp 100 miliar untuk menghidupkan kembali rute ini.

KRL ini akan melayani rute stasiun Kota-Stasiun Tanjung Priok PP, dan singgah di stasiun Kampung Bandan Atas, dengan tarif terjangkau. Berikut rincian pelayanannya dalam info grafis.
 sumber : http://finance.detik.com/read/2015/12/21/172146/3101608/4/krl-kota-tanjung-priok-hidup-lagi?f9911023

(hns/ang)